
Kuku yang sehat biasanya tampak kuat, permukaannya relatif halus, dan warnanya terlihat merata. Namun, perubahan seperti kuku mudah patah, terkelupas, rapuh, atau berubah menjadi kekuningan bisa membuat penampilan tangan dan kaki terlihat kurang terawat.
Masalah kuku sering kali dikaitkan dengan kekurangan vitamin atau mineral. Padahal, penyebabnya tidak selalu sesederhana itu. Kebiasaan perawatan kuku, paparan bahan kimia, penggunaan kuteks, kelembapan berlebihan, hingga infeksi tertentu juga dapat memengaruhi kondisi kuku.
Jika kuku mulai menunjukkan perubahan, jangan buru-buru menutupinya dengan cat kuku. Cobalah mengevaluasi kebiasaan sehari-hari yang mungkin tanpa disadari membuat kuku semakin rapuh. Simak penjelasan lengkap sentrasehat berikut ini.
Mengapa Kuku Bisa Mudah Patah?
Kuku tersusun terutama dari keratin, yaitu protein yang juga terdapat pada rambut dan lapisan luar kulit. Kuku dapat menjadi rapuh ketika struktur dan kelembapannya terganggu.
Salah satu penyebab yang cukup umum adalah terlalu sering terkena air. Paparan air berulang dapat membuat kuku mengembang dan kemudian menyusut ketika mengering. Proses berulang tersebut pada sebagian orang dapat membuat kuku lebih mudah terbelah atau patah.
Selain itu, bahan kimia tertentu juga dapat membuat kuku menjadi kering. Karena itu, kebiasaan sehari-hari sangat berpengaruh terhadap kesehatan kuku.
Kebiasaan yang Bisa Membuat Kuku Rapuh dan Menguning
1. Terlalu Sering Menggunakan Kuteks
Kuteks memang dapat membuat kuku terlihat lebih menarik. Namun, penggunaan terus-menerus tanpa memberikan waktu bagi kuku untuk dirawat dapat membuat sebagian orang mengalami kuku kering atau rapuh.
Masalah juga bisa muncul ketika kuteks dikelupas menggunakan tangan. Kebiasaan tersebut dapat ikut mengangkat lapisan permukaan kuku.
Jika menggunakan kuteks, hindari mengelupasnya secara paksa. Bersihkan dengan metode yang sesuai dan perhatikan kondisi kuku setelah produk dilepas.
2. Terlalu Sering Menggunakan Penghapus Kuteks
Penghapus kuteks dapat membantu membersihkan warna kuku, tetapi penggunaan berulang dapat membuat kuku terasa lebih kering, terutama pada orang yang memang memiliki kuku rapuh.
Jika kuku mulai mudah terbelah setelah sering melakukan perawatan kuku, pertimbangkan untuk mengurangi frekuensi penggunaan produk tersebut.
3. Menggunakan Kuku sebagai Alat
Membuka kemasan, mengorek sesuatu, menggaruk permukaan, atau membuka benda menggunakan kuku merupakan kebiasaan kecil yang sering dilakukan tanpa sadar.
Tekanan berulang dapat menyebabkan kuku retak atau patah. Gunakan alat yang memang dirancang untuk pekerjaan tersebut agar kuku tidak menjadi “alat bantu” setiap saat.
4. Sering Terpapar Deterjen dan Bahan Pembersih
Deterjen, cairan pencuci piring, dan berbagai produk pembersih rumah tangga dapat membuat kulit serta kuku menjadi kering.
Jika pekerjaan rumah membuat tangan sering bersentuhan dengan bahan tersebut, pertimbangkan menggunakan sarung tangan pelindung yang sesuai.
Setelah selesai, bersihkan tangan dan gunakan pelembap pada kulit serta area sekitar kuku.
5. Memotong Kutikula Terlalu Dalam
Kutikula membantu melindungi area tempat kuku tumbuh. Memotongnya terlalu dalam dapat menyebabkan luka dan meningkatkan risiko iritasi atau infeksi.
Perawatan kuku sebaiknya dilakukan secara lembut. Jangan memaksakan bentuk kuku tertentu jika harus mengorbankan kesehatan kulit di sekitarnya.
Lalu, Mengapa Kuku Bisa Menguning?
Kuku menguning memiliki banyak kemungkinan penyebab. Salah satunya adalah penggunaan kuteks berwarna gelap secara rutin. Pigmen dari produk tertentu dapat membuat permukaan kuku tampak berubah warna.
Kuku juga dapat menguning akibat paparan bahan tertentu atau perubahan yang berkaitan dengan usia.
Namun, kuku kuning yang disertai penebalan, mudah hancur, perubahan bentuk, atau bau tidak biasa dapat mengarah pada kemungkinan infeksi jamur. Kondisi seperti ini sebaiknya tidak hanya ditutupi dengan kuteks.
Jika perubahan terjadi terus-menerus, pemeriksaan tenaga medis dapat membantu menentukan penyebabnya.
Cara Merawat Kuku agar Lebih Kuat
Jaga Kuku Tetap Bersih dan Kering
Kebersihan kuku penting, tetapi jangan merendam tangan terlalu lama. Setelah mencuci tangan, keringkan dengan lembut, termasuk area sekitar kuku.
Untuk kaki, pastikan sela-sela jari juga dikeringkan dengan baik setelah mandi.
Gunakan Pelembap
Kuku dan kulit di sekitarnya juga membutuhkan kelembapan. Oleskan pelembap secara rutin terutama setelah mencuci tangan.
Perhatikan area kutikula dan kulit di sekitar kuku yang sering menjadi kering terlebih dahulu.
Potong Kuku Secukupnya
Kuku yang terlalu panjang lebih mudah terbentur atau tersangkut. Potong kuku secara teratur dengan alat yang bersih dan jangan memotong terlalu pendek.
Hindari menggigit kuku karena kebiasaan tersebut dapat merusak kuku sekaligus meningkatkan risiko perpindahan kuman dari tangan ke mulut.
Berikan Waktu untuk Istirahat dari Perawatan Kosmetik
Jika kuku mulai terasa tipis atau rapuh, pertimbangkan mengurangi sementara penggunaan kuteks, ekstensi kuku, atau prosedur kosmetik lain yang dapat memberikan tekanan pada kuku.
Biarkan kuku tumbuh secara alami sambil menjaga kelembapan dan menghindari trauma.
Apakah Kuku Rapuh Selalu Berarti Kekurangan Nutrisi?
Tidak selalu. Pola makan yang tidak seimbang memang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, tetapi kuku rapuh tidak otomatis berarti seseorang mengalami kekurangan vitamin atau mineral tertentu.
Jangan langsung mengonsumsi suplemen tanpa mengetahui kebutuhan tubuh. Utamakan makanan beragam yang mengandung protein, sayuran, buah, biji-bijian, dan sumber nutrisi lainnya.
Jika perubahan kuku menetap atau disertai keluhan lain, pemeriksaan dokter dapat membantu menentukan apakah terdapat penyebab medis yang perlu diperhatikan.
Kapan Kuku Perlu Diperiksakan?
Perubahan kuku ringan akibat kebiasaan tertentu dapat membaik setelah pemicunya dikurangi. Namun, sebaiknya jangan mengabaikan perubahan yang semakin jelas.
Konsultasikan dengan dokter jika kuku berubah warna secara menetap, menebal, mudah hancur, terlepas dari dasar kuku, terasa nyeri, mengalami perubahan bentuk yang mencolok, atau perubahan hanya terjadi pada beberapa kuku tanpa penyebab yang jelas.
Pemeriksaan juga penting jika terdapat perubahan pada kulit di sekitar kuku seperti kemerahan, bengkak, luka, atau keluar cairan.
Kesimpulan
Kuku mudah patah dan menguning tidak selalu disebabkan oleh kekurangan nutrisi. Kebiasaan menggunakan kuteks secara berlebihan, mengelupas cat kuku, sering menggunakan penghapus kuteks, terpapar deterjen, memotong kutikula terlalu dalam, hingga menggunakan kuku sebagai alat dapat memengaruhi kondisinya.
Mulailah dengan perawatan sederhana: jaga kuku tetap bersih dan kering, gunakan pelembap, hindari kebiasaan menggigit atau menarik kuku, lindungi tangan dari bahan kimia, dan berikan waktu bagi kuku untuk pulih dari prosedur kosmetik.
Jika perubahan warna atau bentuk kuku terus berlangsung, jangan hanya menutupinya dengan cat kuku. Kenali penyebabnya dan pertimbangkan pemeriksaan medis agar penanganannya lebih tepat.
FAQ
1. Apakah kuku kuning selalu menandakan penyakit?
Tidak. Kuku dapat menguning karena kuteks, paparan bahan tertentu, usia, atau berbagai penyebab lainnya. Namun, kuku kuning yang disertai penebalan dan mudah hancur perlu diperiksa.
2. Apakah sering memakai kuteks membuat kuku rusak?
Penggunaan kuteks tidak otomatis merusak kuku. Namun, penggunaan berlebihan, proses pembersihan yang kasar, atau kebiasaan mengelupas kuteks dapat membuat kuku menjadi lebih kering dan rapuh.
3. Mengapa kuku mudah patah padahal tidak panjang?
Kuku yang pendek pun dapat patah jika strukturnya rapuh atau sering mengalami tekanan, gesekan, paparan bahan kimia, dan air.
4. Apakah kuku harus diberi “waktu istirahat” dari kuteks?
Jika kuku mulai rapuh, tipis, atau berubah warna, mengurangi sementara penggunaan produk kosmetik kuku dapat membantu Anda memantau kondisi kuku secara lebih jelas dan mengurangi paparan bahan tertentu.
5. Apakah mengoleskan pelembap pada kuku bermanfaat?
Ya. Pelembap dapat membantu menjaga kondisi kuku dan kulit di sekitarnya agar tidak terlalu kering. Gunakan secara rutin terutama setelah mencuci tangan.
6. Apakah kuku yang rusak bisa kembali sehat?
Pada banyak kasus, kuku dapat membaik seiring pertumbuhan kuku baru jika penyebab kerusakan berhasil dikurangi. Prosesnya membutuhkan waktu karena kuku tumbuh secara bertahap.
7. Kapan kuku kuning dan rapuh perlu diperiksa dokter?
Periksakan jika perubahan menetap, kuku semakin tebal atau hancur, terlepas, terasa nyeri, berubah bentuk, atau disertai kemerahan dan pembengkakan di sekitar kuku.